Takdir berkata lain, sayang, Kau dipertemukan dengan yang lain, Aku hanya bisa melihat, Dari kejauhan, dengan diam
Di pelupuk mata terbayang, Kenangan masa lalu yang sirna, Kita tak pernah merencanakan, Cinta yang hadir tanpa kata.
Di tengah lorong waktu, Kita berdiri terpisah jarak, Takdir mempermainkan langkah, Hati terombang-ambing tanpa arah.
Takdir berkata lain, sayang, Kau dipertemukan dengan yang lain, Aku hanya bisa melihat, Dari kejauhan, dengan diam.
Hatiku teriris, namun apa daya, Perjodohanmu bukanlah pilihan, Kau tersenyum dalam ikatan suci, Sementara aku meratapi sepi.
Rindu ini tak kan berujung, Hanya bayangan yang jadi teman, Ku tak berdaya di hadapan cinta, Yang terikat perjodohanmu.
Comments
Post a Comment